Latest Event Updates

Menabung dan berinvestasilah selagi muda, selagi sehat dan selagi ada

Posted on Updated on

Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara

Dari Ibnu ‘Abbas r.a, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: [1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, [2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, [3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, [4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits shahih)

Hadits diatas menerangkan 5 kenikmatan yang Allah berikan yang harus disyukuri artinya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk beribadah (menuruti perintah Allah dan menjauhi laranganNya)

Dalam merencanakan keuangan kita untuk masa depan juga tidak lepas dari 5 perkara ini,

Mumpung muda

Menabung dari muda akan lebih focus kerja dan mendidik kedisiplinan diri sejak dini. Selain itu semakin muda resiko terkena penyakit semakin kecil maka semakin rendah iuran premi asuransi seseorang.

Mumpung sehat

Badan yang sehat adalah modal kita untuk beraktivitas termasuk bekerja untuk mencari nafkah. Sehingga kita bisa menabungkan sebagian nafkah kita.

Selain itu dalam asuransi, kesehatan kita lah yang di lindungi, apabila kita sakit asuransi akan memberikan santunan agar kita sehat kembali. (santunan penyakit kritis, santunan rawat inap, dll)

Namun apabila kita sudah kena penyakit kritis akan sulit untuk bisa mendapat polis asuransi

Mumpung kaya (cukup)

Mumpung kaya (berkecukupan) hendaknya tidak berfoya-foya, manfaatkan harta sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan hidup, sisihkan sebagian untuk ditabung.

Karena bila miskin, jangankan untuk menabung untuk biaya hidup sehari-hari saja pasti sulit.

Mumpung luang waktu

Hendaknya kita bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, jangan menunda-nunda suatu amalan yang baik. Karena lebih cepat diselesaikan suatu pekerjaan akan lebih baik buat kita. Begitu juga dalam membuat polis asuransi semakin cepat selesai polisnya akan lebih baik karena kita akan lebih cepat terlindungi.

Mumpung masih hidup

Kalau sudah mati sudah tidak bisa berbuat apa-apa, tapi bila semasa hidup memiliki polis asuransi jiwa, matinya tidak akan sia-sia malah akan mewariskan tabungan yang cukup untuk keluarga yang ditinggalkan sehingga bisa melanjutkan kehidupannya kelak.

Advertisements

Prudential Syariah (Prusyariah)

Posted on

Dalam kehidupan ini kita melalui fase kehidupan sebagai berikut:

1. Masa Kerja Produktif

Prestasi gemilang dan keberhasilan usaha adalah tujuan Anda di masa kerja produktif

2. Pernikahan

Pernikahan yang berkah, salah satu saat penting dalam hidup

yang Anda dambakan

3. Kelahiran Anak

Kehadiran buah hati Anda, titipan Allah SWT, adalah

kebahagiaan yang tidak ternilai

4. Pendidikan Anak

Pendidikan buah hati Anda mewujudkan impian hari depan mereka

5. Masa Pensiun

Nikmati masa pensiun Anda yang telah Anda persiapkan

sejak dini

Fase-fase tersebut bisa kita jalani melalui perencanaan yang baik dan usaha yang baik juga tentunya, Namun dalam proses mencapai dan menjalani fase-fase di atas terdapat resiko-resiko (ketidakpastian) yang mungkin kita hadapi, seperti sakit kritis, kecelakaan yang menyebabkan cacat tetap dan total, bahkan meninggal. Meninggal dunia adalah hal yang pasti hanya saja kita tidak tahu kapan itu akan terjadi.

“Manusia hanya bisa berencana Allah yang menentukan. Sebagai perencana yang baik tentunya harus memikirkan satu pelindung yang bisa meminimalkan kerugian atas resiko-resiko (ketidakpastian) seperti tersebut diatas. Perlindungan tersebut bisa melalui Asuransi.

sebagai orang Islam tentunya menginginkan segala yang kita jalani sesuai dengan syariah Islam agar apa yang kita jalani diberkahi Allah.

Dewan Syariah Nasional (DSN)- Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah merumuskan asuransi yang berdasarkan Syariah Islam dengan mengeluarkan Fatwa NO: 21/DSN-MUI/X/2001, tentang Pedoman Umum Asuransi Syari’ah

 

Apa itu Asuransi Syariah ?

Berdasarkan fatwa MUI-DSN “Asuransi syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang, melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau Tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah”

 

Apakah PRUsyariah?

Produk asuransi Prudential Indonesia yang dikaitkan dengan investasi berbasis syariah, yang terdiri dari PRUlink syariah assurance account (PAA) dan PRUlink syariah investor account. Produk ini sudah sesuai dengan Ketentuan Fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (MUI).

 

PRUlink syariah investor account (PIA)

PRUlink syariah investor account (PIA Syariah) merupakan produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi syariah dengan pembayaran kontribusi satu kali yang menawarkan berbagai pilihan dana investasi syariah. Di samping mendapatkan potensi hasil investasi, produk ini juga akan memberikan perlindungan yang komprehensif terhadap risiko kematian atau risiko menderita cacat total dan tetap. Produk ini memberikan keleluasaan bagi Pemegang Polis untuk memilih investasi syariah yang memungkinkan tingkat pengembalian investasi yang baik di jangka panjang, sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko Pemegang Polis.

Manfaat

  • Memberikan santunan meninggal dunia atau cacat total dan tetap sebesar uang pertanggungan ditambah dengan nilai tunai.
  • Dapat memilih jenis investasi sesuai dengan profil risiko yang Anda inginkan.
  • Memiliki fasilitas withdrawal atau penarikan nilai tunai sebagian.

Pada PIA pemegang polis tidak diperbolehkan untuk menambah perlindungan asuransi dengan memiliki asuransi tambahan (riders)

 

PRUlink syariah assurance account (PAA Syariah)

Produk asuransi jiwa terkait investasi berdasarkan prinsip syariah dengan pembayaran kontribusi secara berkala yang memberikan fleksibilitas tak terbatas yang memungkinkan Anda untuk sewaktu-waktu mengubah jumlah pertanggungan, kontribusi serta cara pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Bahkan Anda juga bisa menambah asuransi tambahan seperti rawat inap, kecelakaan atau kondisi kritis. Anda juga bisa memilih satu atau kombinasi dari 3 dana investasi syariah yang tersedia, dan dapat mengubah kombinasi dana investasi syariah sewaktu-waktu.

Manfaat

 

  • Memberikan santunan meninggal dunia (Death Benefit) atau cacat total dan tetap (Total and Permanent Disability) sebesar uang pertanggungan.
  • Dapat memilih jenis investasi sesuai dengan profil risiko yang Anda inginkan.
  • Anda diperbolehkan untuk menambah perlindungan asuransi dengan memiliki asuransi tambahan (riders).
  • Anda bisa menggunakan cuti kontribusi di mana Anda diperbolehkan untuk berhenti membayar kontribusi selama jangka waktu tertentu, karena alasan-alasan darurat.
  • Memiliki fasilitas withdrawal atau penarikan nilai tunai sebagian.

 

Asuransi Tambahan (riders) PRUlink syariah assurance account

 

PRUcrisis cover syariah 34

Jika Anda didiagnosa menderita* salah satu dari 34 kondisi kritis. (*Memenuhi kriteria tabel pertanggungan kondisi kritis pada polis). kritis maka uang pertanggungan akan dibayarkan yang akan mengurangi uang pertanggungan dasar.

Masa pertanggungan dapat dipilih sampai dengan ulang tahun ke 55, 65, 70, 75, 80 atau 85.

PRUcrisis cover benefit syariah 34

Jika Anda didiagnosa menderita salah satu dari 34  kondisi kritis maka uang pertanggungan akan dibayarkan tanpa mengurangi uang pertanggungan dasar.

Masa pertanggungan dapat dipilih sampai dengan ulang tahun ke 55, 65, 70, 75, 80 atau 85.

Manfaat

PRUmultiple crisis cover

Jika Anda didiagnosa menderita salah satu dari 34 kondisi kritis maka uang pertanggungan PRUmultiple crisis cover akan dibayarkan dan tidak akan mengurangi uang pertanggungan dasar.

Dapat mengajukan klaim kondisi kritis lebih dari satu kali dengan maksimal 3 kali untuk 3 kondisi kritis yang berbeda.

Masa pertanggungan dapat dipilih sampai dengan ulang tahun ke 55, 65, 70, 75, 80 atau 85.

PRUcrisis income syariah

Jika Anda didiagnosa menderita salah satu dari 33 kondisi kritis*, maka akan mendapatkan pendapatan tahunan sebesar uang pertanggungan PRUcrisis income.

Masa pertanggungan dapat dipilih sampai dengan ulang tahun ke 55, 65, 70, 75, 80 atau 85.

PRUlink term syariah

Manfaat tambahan yang diberikan jika Tertanggung Utama meninggal dunia sebelum berakhirnya masa asuransi PRUlink term.

PRUmed syariah

Manfaat tambahan yang memberikan tunjangan harian rawat inap, ICU dan pembedahan kepada Tertanggung Utama jika menjalani rawat inap di rumah sakit.

PRUhospital & surgical syariah 75

Manfaat tambahan yang memberikan penggantian seluruh biaya rawat inap, ICU, dan pembedahan sesuai dengan manfaat yang diambil, selama Tertanggung Utama menjalani perawatan di rumah sakit, sampai dengan usia Tertanggung 75 tahun.

Memberikan manfaat kepada Anda apabila memerlukan rawat inap, ICU dan tindakan pembedahan.

Memberikan manfaat pembayaran biaya-biaya saat menjalani perawatan seperti biaya kunjungan dokter umum atau spesialis, aneka biaya perawatan Rumah sakit.

Memberikan manfaat kepada Anda sebelum dan setelah rawat inap.

Memberkan manfaat rawat jalan seperti rawat jalan darurat karena kecelakaan, perawatan kanker dan perawatan cuci darah (dialysis).

PRUpersonal accident death syariah

Memberikan santunan meninggal dunia karena kecelakaan.

PRUpersonal accident death & disablement syariah

Selain memberikan santunan meninggal dunia karena kecelakaan juga memberikan pembayaran dari persentase uang pertanggungan apabila mengalami kehilangan fungsi anggota tubuh secara total, tetap dan tidak dapat dipulihkan sebagai akibat dari kecelakaan.

PRUpayor syariah 33

Jika Tertanggung Utama menderita* salah satu dari 33 kondisi kritis, PT Prudential Life Assurance akan melanjutkan pembayaran seluruh premi sampai berakhirnya masa pertanggungan yang dipilih.

PRUparent payor syariah 33

Jika ayah dan/atau ibu dari Tertanggung Utama menderita* salah satu dari 33 kondisi kritis atau mengalami cacat total dan tetap sebelum usia 60 tahun atau meninggal dunia, PT Prudential Life Assurance akan melanjutkan pembayaran seluruh premi sampai berakhirnya masa pertanggungan yang dipilih.

PRUspouse payor syariah 33

Jika suami/istri dari Tertanggung Utama menderita* salah satu dari 33 kondisi kritis atau mengalami cacat total dan tetap sebelum usia 70 tahun atau meninggal dunia, PT Prudential Life Assurance akan melanjutkan pembayaran seluruh premi sampai berakhirnya masa pertanggungan yang dipilih.

 

PRUwaiver syariah 33

Jika Tertanggung Utama menderita* salah satu dari 33 kondisi kritis, PT Prudential Life Assurance akan melanjutkan pembayaran premi dasar sampai berakhirnya masa pertanggungan yang dipilih.  Masa pertanggungan dapat dipilih yaitu sampai usia 55, 65, 70, 75, 80 atau 85.

PRUspouse waiver syariah 33

Jika suami/istri dari Tertanggung Utama menderita* salah satu dari 33 kondisi kritis atau mengalami cacat total dan tetap sebelum usia 70 tahun atau meninggal dunia,  PT Prudential Life Assurance akan melanjutkan pembayaran premi dasar sampai berakhirnya masa pertanggungan yang dipilih.

PRUsyariah early stage crisis cover

Manfaat Utama

Tahap Awal

50% dari Uang Pertanggungan akan dibayarkan jika Anda mengalami salah satu dari 33 kondisi kritis yang termasuk dalam kategori ini.

Tahap Menengah

100% Uang Pertanggungan atau sisa Uang Pertanggungan (jika manfaat pada Tahap Awal sudah dibayarkan sebelumnya) akan dibayarkan jika Anda mengalami salah satu dari 13 kondisi kritis yang termasuk dalam kategori ini.

Tahap Lanjut

100% Uang Pertanggungan atau sisa Uang Pertanggungan (jika manfaat pada Tahap Awal sudah dibayarkan sebelumnya) akan dibayarkan jika Anda mengalami salah satu dari 33 kondisi kritis yang termasuk dalam kategori ini.

Manfaat Tambahan

Selain perlindungan terhadap kondisi kritis, PRUsyariah early  stage crisis cover juga memberikan manfaat tambahan terhadap 3 kondisi kritis tambahan, yakni angioplasti, komplikasi diabetes dan kebutaan pada kedua mata.

PRUjuvenile syariah crisis cover

Pertama di Indonesia, asuransi tambahan yang memberikan perlindungan finansial terhadap 32 penyakit kritis sejak 30 hari buah cinta Anda dilahirkan.

Perlindungan terhadap 32 jenis penyakit kritis seperti kanker, kawasaki, penyakit tangan-kaki-mulut dengan komplikasi berat, dan lain-lain.

100% Uang Pertanggungan yang dibayarkan tidak akan mengurangi Uang Pertanggungan produk asuransi dasar.

 

Baik pada PRUlink syariah assurance account (PAA) dan PRUlink syariah investor account Anda dapat memilih jenis investasi sesuai dengan profil risiko yang Anda inginkan.

Adapun pilihan investasi dan profil risiko nya adalah sebagi berikut:

PRUlink Syariah Rupiah Equity Fund Investasi saham, risiko tinggi

PRUlink Syariah Rupiah Managed Fund Investasi seimbang, risiko sedang

PRUlink Syariah Rupiah Cash and Bond Fund Investasi deposito, obligasi, risiko sedang

 

Dewan Pengawas Syariah Prudential beranggotakan:

Dr. H. Anwar Ibrahim (Ketua)

H. Ahmad Nuryadi Asmawi, LL.B, MA (Anggota)

 

Sumber :

– FA_PSAA_BOOKLET-JUNE12

–   Pru Fast Start_Des12

Asuransi Syariah

Posted on

FATWA
DEWAN SYARI’AH NASIONAL
NO: 21/DSN-MUI/X/2001
Tentang
PEDOMAN UMUM ASURANSI SYARI’AH

Menimbang :
Mengingat :
Memperhatikan :
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : FATWA TENTANG PEDOMAN UMUM ASURANSI SYARI’AH

Pertama : Ketentuan Umum

  1. Asuransi Syariah (Ta’min, Takaful atau Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan / atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.
  2. Akad yang sesuai dengan syariah yang dimaksud pada point (1) adalah yang tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, zhulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram dan maksiat.
  3. Akad tijarah adalah semua bentuk akad yang dilakukan untuk tujuan komersial.
  4. Akad tabarru’ adalah semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan semata untuk tujuan komersial.
  5. Premi adalah kewajiban peserta Asuransi untuk memberikan sejumlah dana kepada perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam akad.
  6. Klaim adalah hak peserta Asuransi yang wajib diberikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam akad.

Kedua: Akad dalam Asuransi

  1. Akad yang dilakukan antara peserta dengan perusahaan terdiri atas akad tijarah dan / atau akadtabarru‘.
  2. Akad tijarah yang dimaksud dalam ayat (1) adalahmudharabah. Sedangkan akad tabarru’ adalah hibah.
  3. Dalam akad, sekurang-kurangnya harus disebutkan :
  4. hak & kewajiban peserta dan perusahaan;
  5. cara dan waktu pembayaran premi;
  6. jenis akad tijarah dan / atau akad tabarru’ serta syarat-syarat yang disepakati, sesuai dengan jenis asuransi yang diakadkan.

Ketiga: Kedudukan Para Pihak dalam Akad Tijarah & Tabarru’

  1. Dalam akad tijarah (mudharabah), perusahaan bertindak sebagai mudharib (pengelola) dan peserta bertindak sebagai shahibul mal (pemegang polis);
  2. Dalam akad tabarru’ (hibah), peserta memberikan hibah yang akan digunakan untuk menolong peserta lain yang terkena musibah. Sedangkan perusahaan bertindak sebagai pengelola dana hibah.

Keempat : Ketentuan dalam Akad Tijarah & Tabarru’

  1. Jenis akad tijarah dapat diubah menjadi jenis akad tabarru’ bila pihak yang tertahan haknya, dengan rela melepaskan haknya sehingga menggugurkan kewajiban pihak yang belum menunaikan kewajibannya.
  2. Jenis akad tabarru’ tidak dapat diubah menjadi jenis akad tijarah.

Kelima : Jenis Asuransi dan Akadnya

  1. Dipandang dari segi jenis asuransi itu terdiri atas asuransi kerugian dan asuransi jiwa.
  2. Sedangkan akad bagi kedua jenis asuransi tersebut adalah mudharabah dan hibah.

Keenam : Premi

  1. Pembayaran premi didasarkan atas jenis akad tijarahdan jenis akad tabarru‘.
  2. Untuk menentukan besarnya premi perusahaan asuransi syariah dapat menggunakan rujukan, misalnya tabel mortalita untuk asuransi jiwa dan tabel morbidita untuk asuransi kesehatan, dengan syarat tidak memasukkan unsur riba dalam penghitungannya.
  3. Premi yang berasal dari jenis akad mudharabah dapat diinvestasikan dan hasil investasinya dibagi-hasilkan kepada peserta.
  4. Premi yang berasal dari jenis akad tabarru‘ dapat diinvestasikan.

Ketujuh : Klaim

  1. Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian.
  2. Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang dibayarkan.
  3. Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta, dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya.
  4. Klaim atas akad tabarru‘, merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan, sebatas yang disepakati dalam akad.

Kedelapan : Investasi

  1. Perusahaan selaku pemegang amanah wajib melakukan investasi dari dana yang terkumpul.
  2. Investasi wajib dilakukan sesuai dengan syariah.

Kesembilan : Reasuransi
Asuransi syariah hanya dapat melakukan reasuransi kepada perusahaan reasuransi yang berlandaskan prinsip syari’ah.

Kesepuluh : Pengelolaan

  1. Pengelolaan asuransi syariah hanya boleh dilakukan oleh suatu lembaga yang berfungsi sebagai pemegang amanah.
  2. Perusahaan Asuransi Syariah memperoleh bagi hasil dari pengelolaan dana yang terkumpul atas dasar akad tijarah (mudharabah).
  3. Perusahaan Asuransi Syariah memperoleh ujrah (fee) dari pengelolaan dana akad tabarru’ (hibah).

Kesebelas : Ketentuan Tambahan

  1. Implementasi dari fatwa ini harus selalu dikonsultasikan dan diawasi oleh DPS.
  2. Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan di antara para pihak, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrasi Syari’ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.
  3. Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Jakarta
Tanggal : 17 Oktober 2001

Sumber: http://www.mui.or.id

Memilih Produk Asuransi Jiwa

Posted on Updated on

Asuransi Jiwa terbaik buat kita tentunya adalah produk yang bisa memberikan manfaat yang maksimal buat kita yang disesuaikan dengan kemampuan kita tentunya.

Untuk bisa menentukan produk produk tersebut sebaiknya mengenal dulu produk asuransi jiwa yang ada saat ini.

Asuransi jiwa merupakan produk asuransi tertua di Indonesia. Asuransi jenis ini akan memberikan sejumlah santunan uang pertanggungan kepada ahli waris yang ditinggalkan jika nasabah atau tertanggung meninggal dunia baik itu karena penyakit maupun kecelakaan.

Asuransi ini wajib dimiliki oleh seseorang pada masa produktifnya dan telah berkeluarga. Sehingga apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, maka almarhum akan meninggalkan dan mewariskan juga sejumlah uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tanga atau menjalankan tetap menjalankan rencana anggota keluarga yang ditinggalkan, khususnya anak-anaknya.

Asuransi jiwa terdiri dari bermacam-macam produk dan tambahannya (riders). Umumnya asuransi jiwa terbagi atas 2 macam, yaitu asuransi jiwa term life dan asuransi jiwa whole life.

Asuransi jenis term life memastikan pemegang polis dilindungi dalam jangka waktu tertentu, misalnya 10 sampai 30 tahun. Contoh : Bapak A membeli asuransi jenis term life yang berjangka waktu 20 tahun pada usia 29 tahun. Yang bersangkutan akan dilindungi oleh asuransi sampai usianya 49 tahun. Jika bapak A meninggal dalam jangka waktu 20 tahun sejak dia mengambil polis asuransi, maka santunan jiwa akan diberikan kepada ahli warisnya. Sebaliknya jika bapak A meninggal pada saat usianya sudah melewati 49 tahun (melebihi masa 20 tahun sejak polis asuransi diambil), maka yang bersangkutan tidak akan mendapatkan santunan jiwa apa pun.

Asuransi jenis whole life (seumur hidup) melindungi pemegang polis sampai yang bersangkutan meninggal, tidak terikat pada usia berapa meninggalnya.
Selama premi asuransi tetap dibayar, polis asuransi akan senantiasa memberikan perlindungan. Hal ini menyebabkan asuransi jenis whole life lebih diminati oleh masyarakat terutama juga dalam mengasuransikan anak-anaknya berhubung nilai premi saat usia masih muda cukup murah dan nilai ini tetap sama semasa hidup anak tersebut sampai usianya dewasa.
Asuransi jenis term life yang mempunyai jangka waktu tertentu, menawarkan premi yang lebih murah beberapa kali lipat dibandingkan asuransi jenis whole life.

Demikian gambaran singkatnya semoga belum puas dan langsung bertanya melalui media comment dibawah :).

Pentingnya Asuransi Jiwa

Posted on Updated on

Mengapa asuransi menjadi penting bagi kita? Asuransi akan menjadi sangat penting karena situasi dan keadaan hidup yang semakin tidak pasti dan beresiko baik itu resiko dalam keselamatan kerja, kesehatan bahkan sampai resiko jiwa. Satu hal yang pasti kita akan meninggal dunia, hanya saja kita tidak tahu kapan itu akan terjadi.
Karena adanya kepastian kita meninggal dunia tetapi tidak pasti kapan terjadinya itulah kita memerlukan asuransi!.. untuk memastikan anak-anak atau istri dapat melanjutkan kehidupannya kelak sepeninggalan kita.
Jadi memiliki ASURANSI JIWA sangat penting terutama untuk kepala keluarga. kalau sudah menyadari pentingnya ASURANSI JIWA tentunya harus pintar memilih produk asuransi apa yang harus dimiliki. bagaimana memilih produk Asuransi yang terbaik buat kita? akan dibahas selanjutnya dalam “Cara Memilih Produk Asuransi Jiwa”